Memilih STB DVB-T2 untuk TV Lama

Jawaban langsung: STB DVB-T2 untuk TV lama tidak harus yang paling mahal. Yang menentukan ada tiga: keluaran AV yang cocok dengan lubang di televisi Anda, pilihan rasio layar 4:3 di menunya, dan tombol di badan perangkat. Periksa ketiganya sebelum membayar, karena kekurangan di salah satunya baru terasa setelah semuanya tersambung.
Ringkasan
- Kemasan yang hanya mencantumkan DVB-T tanpa angka 2 tidak akan menangkap siaran digital di Indonesia.
- Label RF loop through bukan jalan keluar bagi pesawat yang cuma punya colokan antena.
- Remot boleh hilang asalkan perangkatnya masih bisa dioperasikan dari tombol fisiknya.
Memilih STB DVB-T2 untuk TV lama berbeda dengan memilihnya untuk televisi baru yang ber-HDMI. Di pesawat tabung atau televisi datar generasi awal, satu lubang yang tidak cocok sudah cukup untuk membuat perangkat baru itu tidak berguna.
Periksa dulu lubang di TV Anda
Sebelum melihat perangkat apa pun di toko, tengok sisi belakang, samping, dan depan televisi Anda. Ada tiga kemungkinan:
- Ada HDMI. Hampir semua STB cocok, dan artikel ini tidak terlalu Anda perlukan.
- Ada lubang bundar kuning, putih, dan kadang merah. Itu jalur AV, dan inilah yang dipakai sebagian besar TV lama. Lanjutkan ke bagian berikutnya.
- Hanya ada colokan antena berulir. Pilihannya jauh lebih sempit; lihat bagian khusus di bawah.
Pastikan juga televisinya memang belum digital. Cara memeriksanya dibahas di Panduan Lengkap TV Digital DVB-T2, sehingga Anda tidak membeli perangkat yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Keluaran AV: tiga lubang atau satu lubang kecil

Di bagian belakang STB, cari lubang berlabel VIDEO atau AV. Bentuknya ada dua. Sebagian perangkat menyediakan tiga lubang terpisah berwarna kuning, merah, dan putih, sehingga kabel AV biasa langsung terpakai. Sebagian lain, terutama yang berbadan ramping, hanya menyediakan satu lubang kecil mirip colokan earphone.
Bentuk kedua tetap bisa dipakai, tetapi butuh kabel khusus yang satu ujungnya colokan kecil dan ujung lainnya tiga warna. Buka kotaknya di toko dan pastikan kabel itu ikut di dalamnya. Kabel AV tiga warna biasa tidak bisa dicolokkan ke lubang kecil itu.
Urutan warnanya dan cara memindahkan televisi ke sumber AV sama persis dengan perangkat parabola, dan sudah dijelaskan langkah demi langkah di Pasang Receiver ke TV Lama Tanpa HDMI.
Kalau TV hanya punya colokan antena
Di sinilah orang paling sering salah beli. Banyak STB punya lubang kedua di samping lubang antena dengan tulisan RF OUT atau RF loop through. Pada sebagian besar perangkat, lubang itu hanya meneruskan sinyal antena apa adanya ke perangkat lain, bukan mengirim gambar dari STB ke televisi.
Yang dibutuhkan pesawat tanpa jalur AV adalah modulator RF, yaitu rangkaian yang mengubah gambar STB menjadi siaran kecil yang bisa dicari tuner televisi. Tidak semua STB memilikinya. Tanyakan langsung ke penjual atau cari tulisan "RF modulator" di spesifikasinya. Kalau tidak ada, modulator terpisah bisa dibeli, tetapi gambarnya tidak akan setajam sambungan AV.
Rasio layar dan sistem warna di menu
Siaran digital dibuat memanjang, sedangkan layar tabung hampir persegi. STB yang baik menyediakan pilihan rasio 4:3 di menu tampilan, biasanya bersama pilihan Pan Scan dan Letter Box. Tanpa pilihan itu, gambar akan tampak gepeng atau tertarik.
Periksa juga apakah menunya punya pengaturan keluaran PAL atau 576i. Pesawat tua kadang hanya menampilkan gambar hitam putih kalau sistem warnanya tidak cocok.
Tombol di panel depan untuk remot yang hilang

Remot TV lama sering sudah lama hilang, dan pemiliknya terbiasa mengganti saluran dari tombol di badan televisi. Begitu STB terpasang, kebiasaan itu tidak berlaku lagi. Televisi hanya menampilkan sumber AV, sedangkan saluran diganti di STB.
Ada STB yang badannya polos tanpa tombol sama sekali, seperti pada foto di atas. Kalau remotnya rusak atau hilang, perangkat itu praktis tidak bisa dipakai sampai remot penggantinya ketemu. Untuk rumah yang remotnya sering raib, pilih STB yang punya tombol daya dan tombol naik turun saluran di panel depannya.
Daftar periksa di toko
| Yang diperiksa | Kenapa penting untuk TV lama | Cara memastikannya |
|---|---|---|
| Tulisan DVB-T2 | Perangkat DVB-T generasi pertama tidak bisa membaca siaran DVB-T2 | Lihat kemasan dan panel depan |
| Keluaran AV | Satu-satunya jalur gambar ke pesawat tanpa HDMI | Cari lubang tiga warna, atau lubang kecil beserta kabelnya |
| Pilihan rasio 4:3 | Mencegah gambar gepeng di layar persegi | Minta dibukakan menu tampilan |
| Tombol di badan | Cadangan ketika remot rusak atau hilang | Lihat panel depan dan samping |
| Modulator RF | Hanya untuk pesawat tanpa lubang AV | Tanyakan ke penjual, jangan menebak dari label RF OUT |
Sesudah perangkatnya di rumah, urutan memasang dan memindai siaran ada di Cara Memasang Set Top Box dan Mencari Sinyal, sedangkan cara membaca angka sinyal di menunya ada di Membaca Kekuatan dan Kualitas di STB.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah STB berlabel Full HD sia-sia di TV tabung?
Tidak sia-sia, hanya kelebihannya tidak terpakai. Jalur AV membawa gambar beresolusi standar, jadi siaran HD tampil seperti siaran biasa. Yang tetap Anda dapat adalah gambar bersih tanpa semut. Kalau suatu hari televisinya diganti dengan yang ber-HDMI, perangkat yang sama langsung bisa memakai resolusi penuhnya.
Bisakah STB Android dipakai sebagai gantinya?
Tidak untuk siaran gratis lewat antena. Kotak Android memutar tontonan dari internet dan umumnya tidak punya penerima DVB-T2. Bedanya dijelaskan di Beda STB Android dan Receiver Parabola, sedangkan perbandingan STB dengan parabola ada di STB TV Digital atau Parabola.
Merek apa yang paling cocok untuk TV lama?
Tidak ada satu merek yang cocok untuk semua rumah, dan daftar merek cepat basi. Bawa saja daftar periksa di atas ke toko.
Singkatnya, mulailah dari lubang di televisi Anda, bukan dari harga atau logo di kotak STB. Kalau jalur gambarnya cocok, menunya punya rasio 4:3, dan badannya bertombol, TV lama itu masih bisa menemani beberapa tahun lagi.