Cara Memasang Set Top Box dan Mencari Sinyal
Cara memasang set top box sebenarnya tidak rumit, tetapi banyak orang berhenti di tengah jalan karena siaran tidak juga muncul setelah semua kabel tersambung. Penyebabnya jarang ada pada set top box itu sendiri. Hampir selalu masalahnya di antena, arah antena, atau pindai saluran yang belum dijalankan.
Artikel ini membahas urutannya dari awal sampai siaran tertangkap: perangkat yang perlu disiapkan, pemasangan antena UHF, proses pemindaian, cara membaca indikator sinyal, dan apa yang harus dilakukan ketika layar tetap kosong. Siaran televisi digital terestrial di Indonesia memakai standar DVB-T2, jadi pastikan perangkat yang Anda beli memang berlabel standar tersebut.
Perangkat dan Kabel yang Perlu Disiapkan
Kumpulkan semuanya di satu tempat sebelum mulai memasang.
- Set top box DVB-T2 beserta adaptor daya dan remote.
- Antena UHF. Siaran digital terestrial berada di pita UHF, sehingga antena yang khusus dirancang untuk VHF tidak akan bekerja dengan baik.
- Kabel koaksial 75 ohm. Tipe RG-6 lebih tebal dan lebih tahan dibanding kabel tipis bawaan.
- Kabel HDMI untuk TV LED, atau kabel AV merah-putih-kuning untuk TV tabung.
- Baterai remote dan obeng kecil untuk mengencangkan konektor antena.
Perhatikan kondisi kabel koaksial lama. Serabut yang menghitam atau konektor berkarat menurunkan kualitas sinyal tanpa tanda apa pun dari luar, dan menggantinya sering menyelesaikan masalah yang dikira berasal dari set top box.
Memasang Antena UHF dengan Benar
Antena adalah bagian yang paling menentukan. Set top box hanya menerjemahkan apa yang diberikan antena, jadi kalau yang masuk lemah, tidak ada pengaturan di menu yang bisa menyelamatkannya.
- Pasang antena di titik tertinggi yang masih aman dijangkau, umumnya di atap atau ujung tiang.
- Arahkan sisi depan antena ke menara pemancar terdekat. Kalau Anda tidak tahu arahnya, lihat ke mana antena tetangga yang siarannya jernih menghadap.
- Hindari halangan padat seperti tembok beton, pohon besar, dan bangunan tinggi di garis pandang antena.
- Sambungkan kabel koaksial ke antena, lalu pastikan serabutnya tidak menyentuh kawat inti. Korsleting kecil di konektor bisa membuat sinyal hilang total.
- Rapikan kabel supaya tidak tertekuk tajam dan tidak menggantung menampung air hujan.
Antena dalam ruangan hanya cocok kalau rumah Anda dekat pemancar. Di luar jangkauan itu, antena luar ruangan lebih bisa diandalkan. Booster boleh dipakai untuk kabel yang sangat panjang, tetapi ingat bahwa booster memperkuat derau juga, bukan hanya siaran.
Langkah Memasang Set Top Box
Letakkan set top box di tempat yang tidak tertutup benda lain supaya remote mudah menjangkaunya dan perangkat tidak kepanasan.
- Matikan TV dan cabut dulu dayanya sebelum memasang kabel apa pun.
- Sambungkan kabel koaksial dari antena ke port bertanda ANT IN atau RF IN pada set top box.
- Sambungkan set top box ke TV memakai kabel HDMI, atau kabel AV bagi TV tabung.
- Colokkan adaptor daya set top box ke stopkontak, lalu nyalakan TV.
- Pilih sumber masukan yang benar lewat tombol Source atau Input, misalnya HDMI 1 atau AV.
- Nyalakan set top box. Menu awalnya akan muncul kalau kabel dan sumber masukan sudah benar.
- Ikuti petunjuk di layar untuk memilih bahasa dan wilayah, lalu lanjutkan ke pemindaian saluran.
Memindai Saluran dan Membaca Indikator Sinyal
Set top box tidak menampilkan siaran apa pun sebelum dipindai. Masuk ke menu Pencarian Saluran, pilih Pindai Otomatis, dan biarkan prosesnya berjalan sampai selesai. Jangan menghentikannya di tengah jalan meski daftar saluran sudah terlihat bertambah.
Di menu yang sama biasanya tersedia pindai manual beserta dua indikator: intensitas dan kualitas. Keduanya sering tertukar. Intensitas menunjukkan seberapa besar daya yang ditangkap antena, sedangkan kualitas menunjukkan seberapa utuh data siaran yang berhasil dibaca.
Yang menentukan gambar adalah kualitas. Intensitas tinggi dengan kualitas nol berarti antena menangkap sesuatu, tetapi bukan siaran digital yang bisa dibaca. Saat mengarahkan antena, mintalah bantuan orang lain memantau batang kualitas sambil Anda memutar antena perlahan. Berhentilah di posisi dengan kualitas tertinggi yang paling stabil, bukan yang sesekali melonjak lalu turun lagi.
Saat Siaran Tidak Muncul
Gejala yang berbeda menunjuk ke penyebab yang berbeda. Tabel berikut membantu mempersempit dugaan sebelum Anda membongkar apa pun.
| Gejala | Penyebab yang paling mungkin | Tindakan |
| Layar hitam total, menu set top box tidak muncul | Sumber masukan TV salah, atau kabel HDMI dan AV longgar | Coba tiap pilihan tombol Source, lalu pasang ulang kabelnya |
| Menu muncul, pemindaian tidak menemukan saluran | Kabel antena belum tersambung, salah port, atau antena bukan UHF | Periksa port ANT IN, ganti kabel koaksial, pastikan antenanya UHF |
| Intensitas tinggi, kualitas nol | Antena belum mengarah ke pemancar, atau sinyalnya penuh derau | Putar antena perlahan sambil memantau batang kualitas, naikkan posisinya |
| Gambar pecah kotak-kotak, suara putus-putus | Sinyal di ambang batas, kabel menua, atau konektor longgar | Kencangkan konektor, ganti kabel, geser antena beberapa derajat |
| Sebagian saluran hilang, sisanya normal | Penyelenggara memindahkan kanal, atau pemindaian tidak tuntas | Jalankan pindai otomatis ulang sampai benar-benar selesai |
| Siaran hilang hanya saat hujan atau angin kencang | Antena bergeser dari arah semula, atau air masuk ke sambungan | Kencangkan dudukan antena, tutup sambungan dengan isolasi tahan cuaca |
Setelah Set Top Box Terpasang
Begitu saluran tertangkap, gambarnya akan jauh lebih bersih dibanding siaran analog. Untuk merekam siaran langsung, sambungkan hard drive atau flash disk USB ke port yang tersedia, lalu gunakan menu perekaman bawaan. Sesekali jalankan pindai ulang, terutama bila ada saluran yang tiba-tiba hilang: daftar saluran bersifat tetap dan tidak berubah sendiri ketika penyelenggara siaran memindahkan kanalnya.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah set top box bisa dipakai di TV tabung?
Bisa. TV tabung umumnya tidak punya port HDMI, jadi gunakan kabel AV merah-putih-kuning yang biasanya sudah disertakan dalam kotak penjualan. Pilih sumber masukan AV pada TV, bukan saluran analog.
Apakah antena parabola bisa dipakai untuk set top box DVB-T2?
Tidak. Parabola menerima siaran satelit dan memerlukan receiver satelit tersendiri, sedangkan set top box DVB-T2 menerima siaran terestrial dari menara pemancar di darat lewat antena UHF. Keduanya perangkat berbeda dan tidak saling menggantikan.
Kenapa saluran yang dulu ada tiba-tiba hilang?
Paling sering karena penyelenggara siaran memindahkan kanalnya, sementara daftar di set top box masih menyimpan posisi lama. Jalankan pindai otomatis ulang. Kalau saluran itu tetap tidak muncul, periksa kondisi kabel dan arah antena, karena sinyalnya mungkin sudah turun di bawah ambang batas.
Menutup Pemasangan
Urutannya selalu sama: siapkan perangkat, pasang dan arahkan antena UHF, sambungkan kabel, pilih sumber masukan yang benar, lalu pindai. Kalau siaran tidak muncul, mulailah menduga dari antena dan kabel, bukan dari set top box. Perangkatnya sendiri jarang rusak, sedangkan arah antena dan kondisi kabel adalah dua hal yang paling mudah berubah tanpa Anda sadari.
Baca juga:
