Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Lengkap TV Digital DVB-T2

Sisi belakang set top box TV digital berwarna perak dengan lubang antena koaksial, port ethernet, USB, HDMI, keluaran AV, dan lubang daya, judul TV Digital DVB-T2 tertempel di bagian bawah foto
Satu-satunya jalur masuk siaran pada perangkat ini adalah lubang antena di sebelah kiri. Port lainnya hanya mengurus keluaran ke televisi dan tambahan lain. Foto: Raimond Spekking / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, diberi teks judul oleh Sumber Tips

Jawaban langsung: TV digital terestrial adalah siaran gratis yang ditangkap antena UHF biasa, bukan lewat internet dan bukan lewat parabola. Yang dibutuhkan hanya dua hal: antena UHF yang terarah ke pemancar, dan penerima DVB-T2 berupa set top box atau televisi yang tunernya sudah digital. Sesudah tersambung, siarannya dicari lewat pemindaian.

Ringkasan

  • Tidak ada iuran bulanan dan tidak ada kartu langganan; yang Anda beli cuma perangkatnya, sekali saja.
  • Antena lama di atap umumnya masih terpakai, karena yang berubah penerimanya, bukan jenis antenanya.
  • Gambar yang pecah atau hilang hampir selalu soal antena dan arahnya, bukan soal merek perangkat.

Halaman ini pintu masuk untuk semua hal tentang TV digital di Sumber Tips: dasar aturannya, perangkat yang dibutuhkan, cara memasang, dan apa yang diperiksa ketika siarannya tidak muncul. Tiap bagian menautkan ke pembahasan lengkapnya.

Apa yang berubah sejak siaran analog dihentikan

Perpindahan ini bukan kebijakan satu stasiun televisi, melainkan amanat aturan. Pasal 60A Undang-Undang Penyiaran, yang diubah lewat Undang-Undang Cipta Kerja, mewajibkan migrasi penyiaran ke digital, dan rinciannya diatur Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 dengan batas 2 November 2022 pukul 24.00 WIB. Pelaksanaannya sendiri dilakukan bertahap menurut kesiapan tiap wilayah, bukan serentak dalam satu malam.

Bagi pemirsa di rumah, akibatnya sederhana: televisi yang hanya punya penerima analog tidak lagi menangkap siaran, sedangkan antena di atap umumnya tetap berguna. Yang perlu ditambahkan cuma penerima digitalnya.

Perangkat yang dibutuhkan

BagianGunanyaCatatan
Antena UHFMenangkap pancaran dari menaraAntena lama biasanya masih cocok
Kabel antenaMembawa sinyal ke penerimaSambungan longgar menurunkan hasil
Set top box DVB-T2Mengubah siaran digital jadi gambarTidak perlu kalau TV sudah digital
TelevisiMenampilkan gambarnyaTV tabung pun masih bisa dipakai

Perhatikan bahwa tidak ada baris berisi langganan, kartu, atau kuota internet. Itu memang bedanya dengan layanan berbayar.

Antena yang menentukan, bukan mereknya

Antena UHF model yagi berwarna putih terpasang di tiang, difoto dari bawah dengan latar langit biru cerah
Antena UHF seperti ini bekerja dengan menghadap ke arah menara pemancar. Bentuk batang bertingkat itulah yang membuatnya menangkap kuat dari satu arah dan lemah dari arah lain. Foto: Santeri Viinamäki / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Hampir semua keluhan siaran digital berakhir di antena: jenisnya, letaknya, atau arahnya. Antena dalam ruangan cukup untuk rumah yang dekat dengan pemancar dan tidak terhalang, sedangkan rumah yang jauh atau terhalang bangunan hampir selalu butuh antena luar yang dipasang tinggi.

Satu hal yang membedakannya dari parabola: antena UHF menghadap ke menara di darat, bukan ke langit. Karena itu arahnya tidak bisa ditebak dari peta satelit, dan cara termudah menemukannya adalah meniru arah antena tetangga yang siarannya bersih.

Apakah televisi Anda masih perlu set top box?

Periksa dulu sebelum membeli. Televisi yang penerimanya sudah digital biasanya mencantumkan DVB-T2 di buku panduan atau di stiker belakangnya, dan saat memindai siaran ia menampilkan pilihan antena digital. Kalau televisi Anda hanya menemukan siaran analog, berarti set top box memang dibutuhkan.

Televisi lama tetap bisa dipakai. Sambungannya memakai tiga lubang AV berwarna merah, putih, dan kuning, persis seperti yang dibahas di Pasang Receiver ke TV Lama Tanpa HDMI.

Memasang dan memindai siaran

Urutannya pendek: pasang antena, sambungkan kabel ke lubang antena di set top box, hubungkan set top box ke televisi, lalu jalankan pemindaian saluran dari menunya. Langkah lengkap beserta urutan memeriksa indikator sinyalnya ada di Cara Memasang Set Top Box dan Mencari Sinyal.

Pemindaian perlu diulang sesekali, misalnya ketika ada kanal baru atau sesudah antena digeser. Daftar saluran tersimpan di perangkat, jadi memindai ulang tidak menghapus apa pun selain daftar lama.

Kalau siarannya tidak muncul

Periksa berurutan, dari yang paling sering jadi penyebabnya:

  1. Sambungan kabel di kedua ujung, terutama ujung yang di atap.
  2. Arah antena. Geser sedikit demi sedikit sambil melihat indikator sinyal di menu.
  3. Pemindaian ulang, karena daftar lama bisa sudah tidak sesuai.
  4. Letak antena. Dinding beton, atap seng, dan pohon besar di arah pemancar semuanya berpengaruh.

Dua angka di menu set top box perlu dibaca terpisah, sama seperti pada perangkat parabola: yang satu menunjukkan kekuatan, yang lain menunjukkan apakah siarannya benar-benar terbaca. Pembahasan rincinya akan menyusul di halaman tersendiri.

Yang didapat, dan yang tidak

Dua hal yang membuat siaran digital terasa berbeda dari analog: gambarnya bersih sepenuhnya selama sinyalnya di atas ambang, dan satu kanal pemancar bisa memuat beberapa saluran sekaligus. Tidak ada lagi gambar bersemut yang masih bisa ditonton; yang ada gambar bagus atau gambar pecah.

Batasnya juga perlu diketahui sejak awal. Jumlah saluran bergantung pemancar yang menjangkau daerah Anda, jadi dua kota bisa menerima daftar yang berbeda. Dan karena siarannya gratis, tidak ada layanan pelanggan yang bisa dimintai tolong kalau sinyalnya lemah - yang bisa diperbaiki ada di antena dan pemasangannya sendiri.

Beda dengan parabola dan perangkat Android

Tiga kotak ini sering tertukar di toko. Set top box DVB-T2 menangkap siaran dari menara di darat, receiver parabola menangkap dari satelit, dan kotak Android memutar tontonan dari internet. Perbandingan lengkap antara dua yang pertama ada di STB TV Digital atau Parabola, sedangkan yang terakhir dibahas di Beda STB Android dan Receiver Parabola. Kalau yang Anda urus justru perangkat satelit, pintu masuknya ada di Panduan Lengkap Parabola Matrix Garuda.

Apakah TV digital berbayar?

Tidak. Siaran digital terestrial gratis dan tidak memakai kartu langganan. Yang dibeli sekali adalah perangkatnya, dan sesudah itu tidak ada tagihan bulanan.

Apakah butuh internet?

Tidak untuk menonton siarannya. Sebagian set top box menyediakan port jaringan untuk fitur tambahan, tetapi siaran televisinya tetap datang dari antena. Pembahasan serupa untuk perangkat satelit ada di Apakah TV Parabola Butuh Internet.

Antena lama saya masih bisa dipakai?

Umumnya bisa, karena siaran digital memakai rentang frekuensi yang sama dengan siaran analog dulu. Yang perlu diperiksa justru kondisinya: karat di sambungan, kabel yang getas, dan arah yang bergeser kena angin.