Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Siaran Parabola Patah-patah, Ini Sebabnya

Piringan parabola kecil terpasang di atap rumah berteras biru, dengan pohon tinggi tumbuh tepat di belakangnya, judul Siaran Patah-patah tertempel di bagian bawah foto
Piringan di atap rumah dengan pohon tumbuh tepat di jalur pandangnya. Dahan yang bertambah rimbun tiap musim adalah penyebab siaran patah-patah yang paling jarang dicurigai. Foto: Joe Mabel / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, diberi teks judul oleh Sumber Tips

Jawaban langsung: Gambar yang pecah jadi kotak-kotak lalu membeku sebentar berarti sinyalnya masih sampai, tetapi tinggal pas-pasan. Penyebabnya hampir selalu salah satu dari lima: cuaca, sambungan kabel, pohon yang menghalangi, arah piringan yang bergeser sedikit, atau perangkat yang mulai menua. Tulisan ini membantu Anda menebak yang mana tanpa membongkar apa pun.

Ringkasan

  • Siaran digital tidak memudar perlahan seperti siaran analog; begitu melewati ambangnya, gambar langsung pecah lalu berhenti.
  • Catat angka kualitas saat gambarnya normal, supaya ada pembanding ketika gangguannya muncul lagi nanti.
  • Waktu kejadiannya menyempitkan dugaan: saat mendung, sore hari, malam saja, atau hanya di channel tertentu.

Kenapa gambarnya pecah, bukan sekadar buram?

Siaran satelit sekarang seluruhnya digital, dan perilakunya berbeda dari siaran analog zaman antena. Siaran analog memudar bertahap: makin lemah sinyalnya, makin banyak bintik di layar, tetapi gambarnya masih bisa ditonton. Siaran digital tidak begitu. Selama sinyalnya di atas ambang tertentu, gambarnya bersih sempurna. Begitu turun sedikit saja di bawahnya, receiver mulai kehilangan potongan data, dan potongan yang hilang itulah yang terlihat sebagai kotak-kotak lalu gambar yang membeku.

Artinya gejala patah-patah bukan pertanda kerusakan besar. Itu pertanda sinyalnya sedang berada tepat di perbatasan. Yang perlu dikembalikan cuma sedikit, tetapi penyebab turunnya harus ketemu dulu.

Mulai dari angka di menu sinyal

Buka menu informasi sinyal saat gangguannya sedang terjadi, lalu bandingkan dengan keadaan normal. Kalau angka kualitasnya ikut turun naik, penyebabnya ada di jalur penerimaan: cuaca, kabel, arah piringan, atau halangan. Kalau angkanya stabil tinggi tetapi gambarnya tetap patah, curigai receiver atau sambungan ke TV.

Karena itu angka saat normal perlu dicatat sekali saja, sebagai pembanding. Beda kedua angka yang muncul di layar dijelaskan di Beda Intensitas dan Kualitas Sinyal Parabola.

Cuaca: paling sering, dan paling mudah dikenali

Awan hujan tebal berwarna kelabu menggantung rendah di atas sungai lebar, dengan tirai hujan terlihat di kejauhan
Awan hujan setebal ini menyerap sebagian sinyal satelit dalam perjalanannya ke piringan. Gangguannya datang dan pergi mengikuti hujan, bukan mengikuti jam. Foto: Basile Morin / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Kalau gangguannya hanya muncul ketika langit gelap dan berhenti sendiri setelah hujan reda, itu jawabannya. Perangkat Ku-band dengan piringan mini jauh lebih terasa daripada piringan jaring C-band. Pembahasan lengkapnya ada di Siaran Parabola Hilang Saat Hujan.

Yang perlu diperhatikan: kalau gangguan hujan makin lama makin sering, padahal dulu hujan deras pun aman, berarti cadangan sinyalnya sudah menipis karena sebab lain. Hujannya cuma pemicu, bukan penyebab utamanya.

Sambungan kabel yang longgar atau berkarat

Sambungan di luar rumah kena panas, hujan, dan embun bergantian bertahun-tahun. Karat tipis di dalam konektor sudah cukup menurunkan sinyal, dan gejalanya khas: gangguan muncul sendiri lalu hilang sendiri tanpa pola cuaca, kadang berubah ketika kabelnya tersenggol. Periksa ujung kabel di LNB dan di belakang receiver, dan pilihan bahan yang benar dibahas di Cara Memilih Kabel dan Konektor Parabola yang Benar.

Pohon yang tumbuh di jalur pandang

Satelitnya diam, tetapi pohon di depan piringan tidak. Dahan yang tahun lalu masih di bawah garis pandang bisa menutupinya musim ini, dan daun basah sesudah hujan menyerap lebih banyak lagi. Cirinya: gangguannya memburuk perlahan selama berbulan-bulan, bukan muncul mendadak dalam semalam. Berdirilah di belakang piringan dan lihat ke arah yang dituju; garis itu harus bersih sampai ke langit.

Arah piringan yang bergeser sedikit

Angin kencang, dudukan yang mulai kendur, atau tangga yang bersandar ke tiang bisa menggeser piringan beberapa derajat. Sinyalnya tidak hilang, cuma pindah dari puncak ke lereng, dan di situlah gambar mulai patah-patah ketika cuaca sedikit memburuk. Cara mengembalikannya ada di Cara Mengarahkan Parabola ke Telkom 4.

Perangkat yang mulai menua

LNB yang sudah bertahun-tahun kepanasan dan kehujanan bisa melemah pelan-pelan, dan receiver yang panas berlebihan kadang mulai tersendat sebelum benar-benar rusak. Kalau receiver Anda juga sering mati sendiri, periksa dulu lewat Receiver Matrix Garuda Mati Total. Gambaran utuh perangkatnya ada di Panduan Lengkap Parabola Matrix Garuda.

Kenapa cuma sebagian channel yang patah?

Karena channel dikelompokkan di titik pancar yang berbeda, dan tiap titik punya kekuatan sendiri. Channel yang paling lemah akan rusak lebih dulu ketika sinyal turun. Jadi kalau hanya sebagian channel bermasalah, itu tetap pertanda sinyal pas-pasan, bukan tanda channel itu sedang bermasalah di pusatnya.

Mungkinkah TV-nya yang bermasalah?

Jarang. Gangguan dari TV atau kabel HDMI biasanya berupa layar berkedip, warna aneh, atau gambar hilang seluruhnya, bukan kotak-kotak yang muncul di bagian tertentu saja. Kalau ragu, sambungkan receiver ke TV lain sebentar.

Perlukah langsung mengganti LNB?

Jangan dijadikan langkah pertama. Periksa dulu yang gratis: cuaca, sambungan, halangan, dan arah piringan. LNB baru hanya masuk akal kalau keempatnya sudah bersih dan angka kualitasnya tetap rendah sepanjang hari.