Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cek Ini Sebelum Beli Parabola Bekas

Piringan parabola yang permukaannya tertutup karat cokelat merata, terpasang di dinding berplester merah, judul Beli Parabola Bekas tertempel di bagian bawah foto
Karat seluas ini tidak serta merta membuat piringan tidak bisa dipakai, tetapi menandakan perangkatnya sudah lama tidak diurus. Yang lebih menentukan justru bentuk permukaannya masih rata atau tidak. Foto: OathOn / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, diberi teks judul oleh Sumber Tips

Jawaban langsung: Perangkat parabola bekas layak dibeli selama tiga hal terpenuhi: bentuk piringannya masih rata tanpa penyok, dudukan beserta bautnya lengkap dan tidak keropos, serta penjual bersedia menyalakannya di tempat. Soal receiver, tanyakan dulu status paketnya sebelum uang berpindah. Tulisan ini memerinci apa yang diperiksa pada tiap bagian.

Ringkasan

  • Yang menentukan bukan tampilan mulus, melainkan bentuk permukaan piringan yang masih sesuai lengkungan aslinya.
  • Receiver bekas punya risiko yang tidak terlihat mata, yaitu status pendaftaran paketnya pada perangkat itu.
  • Minta penjual menyalakan perangkatnya; janji bahwa barang masih berfungsi tidak bisa diuji sesudah uang berpindah.

Anda sebenarnya membeli tiga barang terpisah

Satu set parabola terdiri atas tiga bagian yang umurnya tidak sama: piringan beserta dudukannya, LNB di titik fokus, dan receiver di dalam rumah. Ketiganya bisa dibeli sendiri-sendiri, dan tidak ada gunanya menawar satu paket murah kalau yang paling menentukan justru bagian yang paling rusak.

Urutan ketahanannya biasanya begini: piringan paling awet, dudukan menyusul, LNB lebih cepat lelah karena kena panas dan hujan terus-menerus, dan receiver bergantung pemakaian. Gambaran utuh fungsi tiap bagian ada di Panduan Lengkap Parabola Matrix Garuda.

Memeriksa piringan dan dudukannya

Piringan parabola mini berwarna abu-abu kebiruan terpasang rapi di dinding bata dengan tiga LNB berjajar di batang penyangganya
Perangkat yang masih terawat: permukaan rata, dudukan lurus, dan kabel tersusun rapi. Perhatikan juga braket dindingnya, karena bagian itu sering tertinggal saat perangkat bekas dilepas. Foto: Paul Lucas / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Piringan bekerja dengan memantulkan sinyal ke satu titik, jadi yang penting bukan catnya melainkan bentuknya. Penyok selebar telapak tangan sudah cukup membuat sebagian sinyal memantul ke arah yang keliru, dan bentuk itu tidak bisa dipulihkan dengan dipukul balik. Lihat piringan dari samping, sejajarkan mata dengan permukaannya, lalu cari gelombang atau cekungan yang tidak wajar.

Karat permukaan masih bisa diterima. Yang tidak: karat yang sudah berlubang, terutama di sekitar lubang baut, karena di situlah beban angin bertumpu. Pastikan juga braket dinding, batang penyangga LNB, dan seluruh baut ikut dibawa. Mengganti baut yang hilang terdengar sepele sampai Anda menyadari ukurannya tidak dijual di warung sebelah.

BagianYang diperiksaTanda sebaiknya mundur
PiringanKerataan permukaan, karat tembusPenyok atau bergelombang
Dudukan dan bautKelengkapan, ulir masih bisa diputarBaut keropos atau hilang
LNBTutup pelindung utuh, tidak ada bekas airTutup retak, badan berkarat
ReceiverMenyala, menu instalasi terbuka, remot adaHanya bisa dinyalakan besok

LNB, bagian yang paling sering sudah lelah

LNB berada di luar sepanjang tahun, dan musuh utamanya air yang merembes lewat tutup pelindung yang retak. Bekasnya kelihatan: noda putih di sekitar mulut corong, karat di badan, atau tutup karet yang sudah getas. LNB yang sudah melemah tidak mati total, melainkan membuat siaran patah-patah saat cuaca sedikit memburuk, dan gejala itu baru terasa berhari-hari sesudah pemasangan. Penjelasannya ada di Siaran Parabola Patah-patah.

Untungnya LNB bagian paling murah dari seluruh rangkaian. Kalau ragu, tawar perangkatnya tanpa LNB dan belikan yang baru.

Receiver bekas: tanyakan paketnya lebih dulu

Ini risiko yang tidak bisa dilihat dari fisik barangnya. Paket berlangganan melekat pada identitas perangkat, bukan pada pemiliknya, sehingga receiver bekas bisa saja datang dengan status yang masih tertinggal di nama orang lain. Catat nomor SMC ID yang tertera di badan receiver atau kartunya, lalu tanyakan ke layanan pelanggan apakah perangkat itu bisa didaftarkan atas nama Anda. Lakukan sebelum membayar, bukan sesudah.

Periksa juga hal yang sederhana: remotnya ada, perangkatnya menyala, dan menu instalasinya bisa dibuka. Arti tiap isian di menu itu dibahas di Arti Angka di Menu Instalasi Receiver, dan kalau perangkatnya justru tidak memberi tanda hidup sama sekali, pemeriksaannya ada di Receiver Matrix Garuda Mati Total.

Minta dinyalakan di tempat

Perangkat yang benar-benar masih berfungsi bisa ditunjukkan dalam sepuluh menit. Mintalah penjual menyalakan receivernya, membuka menu sinyal, dan memperlihatkan siaran yang masuk. Kalau alasannya selalu soal waktu atau listrik, anggap itu jawaban tersendiri.

Yang sebaiknya tetap beli baru

Kabel dan konektor. Harganya kecil dibanding seluruh perangkat, sementara kabel bekas sudah pernah tertekuk, terjemur, dan ujungnya kemasukan embun bertahun-tahun. Pilihan bahan yang benar dibahas di Cara Memilih Kabel dan Konektor Parabola yang Benar. Sesudah semuanya terpasang, penyetelan arahnya mengikuti Cara Mengarahkan Parabola ke Telkom 4.

Apakah piringan bekas merek lain bisa dipakai?

Bisa. Piringan hanya memantulkan sinyal dan tidak mengenal merek layanan. Yang menentukan cocok atau tidak adalah ukurannya dan jenis LNB yang dipasang di depannya, bukan logo di tengahnya. Bedanya dibahas di Parabola Jaring atau Mini.

Berapa umur wajar perangkat bekas?

Tidak ada angka pastinya, karena yang menentukan tempat pemasangannya. Perangkat di daerah dekat pantai menua jauh lebih cepat oleh udara asin daripada perangkat yang sama di pedalaman. Kondisi fisik lebih bisa dipercaya daripada tahun pembelian.

Perlu membawa alat saat memeriksa?

Tidak perlu alat khusus. Mata, tangan untuk menggoyang dudukan, dan kesediaan menunggu perangkatnya dinyalakan sudah cukup untuk menyaring sebagian besar barang bermasalah.