Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengarahkan Parabola ke Telkom 4

Piringan parabola jaring C-band di atap gedung, dengan LNB tergantung di ujung batang penyangga, judul Arah ke Telkom 4 tertempel di bagian bawah foto
Piringan jaring C-band dengan LNB di titik fokusnya. Kemiringan piringan seperti inilah yang diatur saat mencari satelit. Foto: Vsatinet / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, diberi teks judul oleh Sumber Tips

Jawaban langsung: Hadapkan piringan ke satelit Telkom 4 yang menempati 108 derajat Bujur Timur, lalu geser pelan-pelan sambil melihat angka kualitas di menu sinyal receiver sampai angkanya paling tinggi dan tidak turun naik. Di hampir seluruh Indonesia posisi piringan berdiri nyaris tegak. Tulisan ini membahas arahnya, urutan penyetelannya, dan apa yang diperiksa sesudahnya.

Ringkasan

  • Satelit Telkom 4 diam di atas khatulistiwa, sehingga makin ke timur rumah Anda, makin condong ke barat piringannya.
  • Patokan penyetelan adalah angka kualitas, bukan intensitas, karena intensitas bisa penuh walaupun satelitnya belum tertangkap sama sekali.
  • Begitu arahnya pas, kencangkan seluruh baut lalu pindai ulang siaran; daftar frekuensi berubah sewaktu-waktu dan tidak perlu dihafal.

Kenapa parabola Matrix Garuda diarahkan ke Telkom 4?

Perangkat Matrix Garuda yang memakai piringan jaring bekerja di frekuensi C-band, dan siaran yang dibukanya dipancarkan dari Telkom 4. Satelit itu milik Telkom Indonesia, diluncurkan pada 7 Agustus 2018, dan menempati slot orbit 108 derajat Bujur Timur yang sebelumnya dipakai Telkom 1. Sejak 1 Agustus 2020, pengisian paket Matrix Garuda juga mengikuti daftar voucher Nex Parabola yang menumpang satelit yang sama.

Artinya satu arah piringan sudah cukup untuk seluruh siaran paketnya. Anda tidak perlu memindah-mindah piringan ke satelit lain, kecuali memang ingin menambah siaran gratis dari satelit berbeda. Gambaran utuh soal perangkat dan layanannya ada di Panduan Lengkap Parabola Matrix Garuda, sedangkan hubungan keduanya dengan Nex Parabola dibahas di Perbedaan Nex Parabola dan Matrix Garuda.

Apa saja yang perlu disiapkan?

Tidak banyak, dan semuanya sudah ada kalau perangkatnya memang Matrix Garuda C-band:

  • Piringan jaring beserta dudukan dan LNB C-band yang terpasang di titik fokusnya.
  • Kunci pas yang ukurannya cocok dengan baut dudukan, supaya baut bisa dilonggarkan lalu dikencangkan lagi.
  • Receiver yang sudah tersambung ke TV, dengan menu sinyal terbuka di layar.
  • Satu orang pembantu, atau TV yang layarnya terlihat dari tempat piringan berdiri.
  • Kompas, atau aplikasi kompas di ponsel, untuk memastikan arah kasarnya.

Kalau Anda belum yakin piringan yang terpasang jenis jaring atau mini, bedanya dijelaskan di Parabola Jaring atau Mini. Keduanya butuh arah yang berbeda karena satelitnya memang tidak sama.

Ke arah mana piringan harus menghadap?

Dua sisi kompas saku logam, sisi depan berisi piringan angka derajat nol sampai 360 dengan huruf arah mata angin
Kompas berskala derajat memudahkan memastikan arah kasar sebelum piringan digeser halus. Aplikasi kompas di ponsel sudah cukup untuk keperluan ini. Foto: Amfeli / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Karena satelitnya diam di atas garis khatulistiwa pada 108 derajat Bujur Timur, arah piringan bergantung pada posisi rumah Anda di peta. Jakarta berada di sekitar 106,8 derajat Bujur Timur, hampir sama dengan satelitnya, sehingga piringan di sana nyaris menghadap lurus ke atas dan hanya sedikit miring ke selatan. Makin ke timur, misalnya Makassar di sekitar 119,4 derajat, piringan harus dicondongkan ke barat. Sebaliknya di Medan yang berada di sekitar 98,7 derajat, piringan condong ke timur.

Patokan paling cepat justru ada di sekitar Anda: lihat parabola tetangga yang siarannya normal dan jenis piringannya sama. Arah dan kemiringannya bisa ditiru lebih dulu, baru dihaluskan lewat angka di layar. Cara ini jauh lebih cepat daripada menghitung sudut dari nol.

Urutan menggeser piringan

  1. Nyalakan receiver, buka menu pengaturan antena, dan biarkan bar sinyalnya tampil di layar.
  2. Longgarkan baut dudukan secukupnya saja, sampai piringan bisa digerakkan dengan tangan tapi tidak jatuh sendiri.
  3. Atur dulu kemiringannya, lalu putar piringan mendatar sedikit demi sedikit, sekitar satu sentimeter tiap kali.
  4. Berhenti dua sampai tiga detik setiap kali bergeser. Receiver butuh jeda untuk memperbarui angkanya, dan gerakan yang terlalu cepat membuat puncak sinyal terlewat.
  5. Saat angka kualitas mulai muncul, perkecil geserannya. Cari titik tertinggi, lalu geser ke kiri dan ke kanan sedikit untuk memastikan titik itu memang puncaknya.
  6. Kencangkan baut secara bergantian, bukan satu per satu sampai keras, supaya piringan tidak tertarik meninggalkan titik yang sudah ketemu.

Mengencangkan baut sering membuat angkanya turun beberapa poin. Kalau itu terjadi, longgarkan lagi sedikit, kembalikan ke puncaknya, lalu kencangkan dengan tekanan yang lebih merata.

Kenapa sinyal terlihat penuh tapi siaran tetap kosong?

Karena ada dua angka di layar dan keduanya mengukur hal yang berbeda. Intensitas hanya menunjukkan bahwa jalur kabel ke LNB tersambung, dan angkanya bisa tinggi meski piringan menghadap langit kosong. Yang menandakan satelitnya benar-benar tertangkap adalah kualitas. Selama angka kualitas masih nol, arah piringan belum tepat, berapa pun intensitasnya. Rincian kedua angka itu ada di Beda Intensitas dan Kualitas Sinyal Parabola.

Menyetel LNB sesudah arahnya ketemu

Dua penyetelan kecil di LNB sering menambah beberapa poin kualitas. Pertama, putar badan LNB pada porosnya sedikit demi sedikit ke kiri dan ke kanan, lalu tinggalkan di posisi dengan angka terbaik. Kedua, majukan atau mundurkan LNB beberapa milimeter di dudukannya, karena titik fokus tiap piringan tidak persis sama. Lakukan satu per satu, jangan dua-duanya sekaligus, supaya ketahuan penyetelan mana yang berpengaruh.

Yang diperiksa setelah piringan terkunci

Pindai ulang siaran dari menu receiver. Jangan menghafal angka frekuensi atau nomor transponder, karena daftarnya berubah sewaktu-waktu dan pemindaian ulang akan mengambil yang terbaru. Kalau sesudah pembaruan otomatis siaran malah hilang, langkah pemulihannya ada di Cara Kembalikan Siaran Matrix Garuda Usai OTA.

Periksa juga saat hujan deras. Piringan jaring C-band relatif tahan hujan, jadi siaran yang putus begitu gerimis datang biasanya pertanda arahnya masih di pinggir puncak, bukan tepat di tengahnya. Pembahasannya ada di Siaran Parabola Hilang Saat Hujan.

Apakah perlu alat satellite finder?

Tidak wajib. Menu sinyal di receiver sudah menampilkan angka yang sama, dan alat pencari sinyal hanya memudahkan kalau layar TV tidak terlihat dari tempat piringan berdiri. Dua orang dengan satu TV menyala sudah cukup.

Berapa lama biasanya sampai dapat?

Kalau arah kasarnya sudah benar, puncak sinyal biasanya ketemu dalam hitungan belasan menit. Yang membuat lama justru geseran yang terlalu besar, karena titik terbaiknya sempit dan mudah terlewati.

Apakah piringan perlu diarahkan ulang secara berkala?

Tidak, selama dudukannya kokoh dan bautnya tidak kendur. Yang perlu diperiksa justru sesudah angin kencang, pekerjaan atap, atau ketika ada pohon baru yang tumbuh menutupi jalur pandang ke langit.